Pages

Subscribe:

Kamis, 08 Desember 2011

Ardelia Leilani - Contoh sehari-hari dari sifat-sifat wajib bagi Rasul

gambar tulisan basmallah.png

Nama : Ardelia Leilani

Kelas : 8.4

Tanggal : Tuesday, November 1st 2011

Selasa, 1 November 2011

TUGAS AKIDAH : Contoh sehari-hari dari sifat-sifat wajib bagi Rasul

A. SHIDDIQ

Shiddiq artinya benar atau jujur dalam perkataan maupun dalam perbuatan. Contoh sehari-hari dari sifat shiddiq antara lain :

1. Seorang pedagang untuk memperoleh keuntungan yang banyak harus tetap mempunyai sifat kejujuran kerena jika pedagang tersebut tidak jujur ia sama saja membohongi pelanggan-pelanggannya dan ia akan berdosa karena itu.

2. Ketika kita ditanya oleh seseorang kita harus menjawabnya dengan jujur dan benar karena jika tidak kita akan mendapatkan dosa karena telah berbohong.

3. Misalkan, Budi ditanya oleh gurunya “kamu tadi pagi shalat shubuh tidak?” Budi menjawab dengan berbohong “iya bu, saya shalat shubuh tadi pagi.” Bu guru bertanya lagi, “jam berapa kamu shalat?” Budi berbohong lagi “jam 5.00 bu.” Bu guru bertanya lagi “kamu wudhu gak?” Budi berbohong lagi, “wudhu lahh bu, kan mau shalat yaa harus wudhu.” Bu guru bertanya lagi, “shalat sama siapa kamu?” dan Budi terpaksa berbohong lagi, “sama mama, papa, dan adek bu,”. Hanya karena berbohong sekali, Budi terpaksa berbohong lagi dan lagi karena Bu guru terus bertanya dan Budi jadi mendapat banyak dosa hanya karena berbohong sekali. Jadi kita tidak boleh berbohong karena berbohong sekali pun dapat menibulkan kebohongan-kebohongan yang lain dan menyebabkan kita mendapatkan dosa.

4. Kita harus menjadi orang jujur seperti Rasulullah, beliau terkenal sangat jujur dalam ucapannya bahkan beliau senantiasa berkata dengan sejujur-jujurnya sekalipun pahit dirasa dan mengandung resiko yang tinggi bagi dirinya sekalipun.

B. AMANAH

Amanah artinya dapat dipercaya. Contoh sehari-hari dari sifat amanah antara lain :

1. Ketika kita berjanji kepada teman, orangtua, saudara, bahkan kepada musuh sekalipun kita harus tetap menepati janji itu dan tidak boleh mengingkarinya karena jika kita mengingkari janji tersebut kita sama saja tidak dapat dipercaya oleh orang lain.

2. Kita harus bisa menjaga amanat yang telah diberikan oleh orang lain kepada kita karena jika kita tidak menjaganya berarti kita tidak dapat dipercaya oleh orang yang memberikan amanat tersebut.

3. Misalkan, Agus diberikan amanat oleh guru untuk memeberitahu teman-temannya yang lain untuk mengerjakan tugas di buku paket. Tetapi Agus tidak menyampaikan amanat itu kepada teman-temannya. Berarti Agus termasuk orang-orang yang tidak dapat dipercaya karena dia tidak menyampaikan amanat dari guru.

C. TABLIGH

Tabligh artinya menyampaikan. Contoh sehari-hari dari sifat tabligh antara lain :

1. Jika kita dititipi amanat oleh orang lain kita harus menyampaikannya kepada yang berhak menerimanya jangan malah diselewengkan atau disalahgunakan karena jika kita malah menyelewengkan atau menyalahgunakan amanat tersebut berarti kita tidak dapat menyampaikan amanat yang telah diberikan kepada kita.

2. Kita harus mencontoh dan menerapkan slah satu sikap Rasulullah, yaitu tabligh atau menyampaikan. Rasulullah selalu menyampaikan amanat yang ia dapat kepada orang yang berhak menerima amanat tersebut dan tidak satupun amanah atau titipan yang tidak sampai kepada alamatnya.

3. Misalkan, Andi disuruh ibunya untuk menyampaikan dan memeberikan titipan uang kepada ibu pemilik warung. Tetapi Andi tidak memberikan uang tersebut, ia malah menggunakan uang tersebut untuk jajan. Berarti Andi tidak menyampaikan amanat yang diberikan oleh ibunya kepadanya.

D. FATHANAH

Fathanah artinya cerdas dan pandai. Contoh sehari-hari dari sifat fathanah antara lain :

1. Kita harus rajin belajar agar dapat menjadi anak yang cerdas dan pandai.

2. Kita harus mencontoh perilaku Rasulullah salah satunya adalah menjadi anak yang cerdas dan pintar. Beliau terkenal sebagai seorang yang cerdas dan pandai, serta sangat arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan didasari dengan pertimbangan dan pemikiran yang cukup matang.

3. Misalkan, saat sedang bermusyawarah dalam rapat OSIS, Deni sebagai ketua OSIS sangat arif dan sangat bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan, ia memikirkannya dan mempertimbangkannya dengan sangat matang. Dari perilaku diatas, Deni sama saja sudah menerapkan salah satu sikap wajib bagi Rasul yaitu fathanah atau cerdas dan pintar.

1:2

0 komentar:

Poskan Komentar